Ketika Tak Ada Lagi yang Menyuruhmu Mengaji

Orang dewasa tak menunggu nasihat. Ia bertanya pada dirinya: apa yang sudah kulakukan hari ini untuk Allah?

REFLEKSI DIRI

7/11/20261 min read

Dulu, ketika kita malas mengaji atau enggan belajar, ayah dan ibu sering bertanya,

"Kalau tidak mengaji, siapa yang rugi?"

"Kalau tidak mau belajar, yang rugi siapa?"

"Kalau bapak ibu sudah gak ada, siapa yang ngajiin kami?"

Lalu mereka menutupnya dengan pertanyaan yang membuat kita terdiam,

"Mau jadi apa nantinya?"

Entah mengapa, kalimat-kalimat sederhana itu begitu kuat. Kita mungkin tetap berangkat mengaji dengan langkah berat, bahkan seolah kaki diseret sendiri. Namun akhirnya kita tetap berangkat, karena ada orang tua yang mengingatkan, mendorong, dan tidak membiarkan kita larut dalam kemalasan.

Kini keadaan telah berubah.

Kita sudah dewasa. Sebagian telah menjadi orang tua, bahkan ada yang sudah menjadi kakek atau nenek. Sudah tidak ada lagi ayah atau ibu yang setiap hari mengingatkan, "Ayo ngaji," atau bertanya, "Kalau tidak belajar, siapa yang rugi?"

Kalimat-kalimat itu memang pantas untuk anak-anak. Tetapi ketika seseorang telah dewasa, ia seharusnya tidak lagi menunggu orang lain untuk mengingatkannya.

Maka gantilah pertanyaan itu menjadi pertanyaan yang lebih dewasa.

"Hari ini, apa yang sudah aku pelajari?"

"Apa yang sudah aku lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah?"

"Jika hari ini aku bermalas-malasan, siapa yang sebenarnya paling rugi?"

"Kalau bukan aku yang memperbaiki diriku, lalu siapa lagi?"

Orang yang matang bukanlah orang yang selalu dinasihati, melainkan orang yang mampu menasihati dirinya sendiri. Ia tidak menunggu disuruh untuk membaca Al-Qur'an, menghadiri majelis ilmu, atau memperbaiki amalnya. Ia sadar bahwa setiap hari yang berlalu tanpa ilmu dan tanpa amal adalah kerugian yang tidak akan pernah kembali.

Karena pada akhirnya, belajar bukan untuk membanggakan gelar, mengaji bukan sekadar menggugurkan kewajiban, dan berbuat baik bukan untuk mencari pujian. Semua itu adalah bekal yang kelak akan kita bawa saat berdiri di hadapan Allah.

Maka, jangan lagi menunggu ada yang bertanya, "Kalau tidak belajar siapa yang rugi?"

Jawablah sendiri setiap hari dengan tindakan. Sebab orang dewasa tidak lagi hidup dengan dorongan dari luar, tetapi dengan kesadaran dari dalam.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang terus belajar, terus memperbaiki diri, dan tidak pernah merasa cukup dengan amal yang telah dikerjakan.

"Ya Allah, tambahkanlah kepada kami ilmu dan karuniakanlah kepada kami pemahaman." آمين.

Depok, 11 Juli 2026 / 26 Muharram 1448 H

@pengajianalif
@prm.abadijaya
@kmmdkotadepok